Project site location

Oleh Oleh Cerita Studi Tiru__ " Saat Perempuan Adat Bergerak "

 YHI.Papua _ Studi tiru yang dilakukan oleh Yayasan Harapan Ibu Papua bersama Satgas PPA dari Kampung Ayapo dan Yakonde  dilaksanakan untuk mempelajari praktik baik (best practices) dalam tata kelola organisasi perempuan di tingkat akar rumput serta pengembangan ekonomi mandiri berbasis komoditas lokal dan wilayah adat.

Satuan tugas Perlindungan Pertempuan dan Anak (SATGAS PPA ) ini telah mendapat  Pelatihan Kader Kampung untuk tergabung dalam SATGAS ini dan juga pendampingan yang dilakukan YHI.Papua untuk memastikan peran-peran kelompok Satgas / Kader Kampung  yang telah di latih dapat berjalan dan berkelanjutan. Pelibatan Satgas PPA /Kader Kampung  dalam kegiatan studi tiru juga bagian penting dalam memastikan kelompok memiliki pengalaman langsung dalam terhubung dan berkolaborasi  dengan banyak pihak.

Kelompok Perempuan Adat Namblong  (ORPA) dan BUMMA di Namblong Namblong  dipilih karena dinilai berhasil mengintegrasikan perlindungan hak-hak perempuan, pelestarian adat, dan penguatan ekonomi komunitas secara berkelanjutan.

Tim studi tiru mendapat banyak pengetahuan juga teknik mengelola pendampingan bagi korban kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan oleh Komununitas ORPA di Namblong. Beberapa pembelajaran  penting yang didapat adalah :

ORPA merupakan organisasi perempuan yang Pengorganisasiannya Berbasis Struktur Adat: Kelompok ini mampu bergerak laras dengan struktur adat setempat tanpa kehilangan daya kritisnya. Mereka memposisikan perempuan sebagai penjaga ketahanan budaya,  pangan dan pengetahuan lokal.

Sistem Perlindungan & Advokasi: Terdapat mekanisme internal untuk mendampingi perempuan dan anak di tingkat kampung, yang diintegrasikan dengan kesadaran hukum adat serta regulasi perlindungan perempuan yang berlaku secara hukum postif.

Kesan lain dari kunjungan Studi Tiru adalah bagian dimana Komunitas ORPA ini kemudian mendorong adanya Sekolah Budaya yang mengajarkan BAHASA IBU ( Bahasa Namlong) kepada generasi muda  sehingga bahasa ibu ini bisa terselamatkan dan  tidak terkikis habis. Juga proses transfer pengetahuan dari pengurus senior ke kader muda berjalan melalui keterlibatan langsung dalam pertemuan-pertemuan adat dan aktivitas ekonomi. Pendampingan ORPA juga  dilakukan pada komunitas perempuan yang mengayam noken, dinama kegiatan ini kemudian dinamakan “MENOKEN” dalam mendukung aktivitas ekonomi juga  ekowisata yang ditawarkan dari Lembah Grime Kabupaten Jayapura Papua.

Studi tiru ini  dilakukan pada 09 - 11 Juni 2026   Kunjungan ini menegaskan Pembelajaran  bahwa keberlanjutan sebuah gerakan komunitas sangat bergantung pada keseimbangan antara penguatan kapasitas sosial (perempuan & kader) dan kemandirian ekonomi (unit usaha berbasis adat). (Aldi)        


Posting Komentar

0 Komentar